RumahCom – Kementerian PUPR mengeluarkan rekomendasi untuk area zona merah di Cugenang, Kabupaten Cianjur. Kawasan jalur sesar patahan geser aktif ini merupakan zona merah yang sangat rawan untuk terjadinya gempa sehingga harus difungsikan sebagai jalur hijau, pertanian, maupun ruang terbuka.
Gempa bumi di Kabupaten Cianjur memberikan dampak kerusakan yang besar hingga merenggut ratusan nyawa manusia. Diantara gerak cepat untuk menangani para korban dan aktivitas perbaikan untuk mengembalikan situasi seperti keadaan normal, berbagai kajian terkait wilayah kegempaan juga terus dilakukan.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengeluarkan rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur supaya daerah rawan bencana khususnya di sepanjang jalur sesar atau patahan geser aktif Cugenang menjadi zona merah dan area non hunian.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan maupun berbagai potensi kerugian yang bisa terjadi khususnya untuk menghindari potensi korban jiwa yang besar apabila terjadi lagi bencana alam di masa yang akan datang.
“Kami di Kementerian PUPR merekomendasikan kepada Pemda Cianjur juga seluruh pemerintah daerah supaya memerhatikan potensi-potensi kawasan yang rawan bencana. Untuk Kabupaten Cianjur di sepanjang sesar Cugenang ini harus dijadikan zona merah sehingga tidak boleh dibangun kawasan hunian,” ujar Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto.
Bencana gempa bumi di Cianjur sendiri telah memberikan dampak kerusakan dari yang ringan, sedang, hingga berat. Hal ini membuat ribuan warga harus meninggalkan tempat tinggalnya dan mengungsi ke tempat yang aman dan saat ini masih banyak warga yang menempati tenda-tenda darurat.
Kementerian PUPR juga terus menjalin koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Geologi, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BMKG) terkait penanganan infrastruktur pasca bencana di Cianjur.
Dari peta BMKG juga diperoleh informasi dan hasil foto udara zona bahaya patahan aktif atau sesar Cugenang yang memiliki panjang sekitar 9 km dan membentang melewati sembilan desa mulai Desa Ciherang hingga Desa Nagrak. Sekitar 300-500 meter dari jalur sesar Cugenang ini harus dijadikan area non hunian seperti jalur hijau, pertanian, maupun ruang terbuka.
Pihak pemda juga diminta tegas dan mengoordinir warganya supaya jangan kembali ke hunian yang lama. Untuk itu Kementerian PUPR menyiapkan rumah tahan gempa dengan teknologi rumah instan sederhana sehat (Risha) untuk relokasi hunian yang disiapkan di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku.
“Pemerintah tentunya bertanggung jawab atas keselamatan warganya. Untuk itu ketika warga direlokasi akan mendapatkan ganti rugi dengan rumah Risha bertipe 36 m2. Lahan di lokasi rawan atau zona merah harus dikuasai pemda sehingga tidak ada lagi masyarakat yang membangun di tempat yang lama,” pungkasnya.
Menggunakan agen properti untuk membantu proses pembelian rumah menjadi lebih lancar dan mudah, Lalu apa sih untungnya? nonton videonya berikut ini.
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com
Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah
Posting Komentar