RumahCom – Kalangan pengembang melakukan evaluasi dan analisis terkait bisnis tahun 2022 dan strategi untuk memasuki tahun 2023. Sektor properti di Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan yang baik di tengah berbagai tantangan yang ada dan ini membuat dunia usaha optimistis memasuki tahun 2023.
Umumnya jelang akhir tahun, setiap perusahaan mulai menganalisis kinerja bisnis pada tahun tersebut, melakukan evaluasi, hingga menentukan strategi yang tepat untuk menjalankan bisnis tahun berikutnya. Hal ini juga berlaku untuk perusahaan developer yang menganalisis kinerja bisnisnya pada tahun 2022 dan persiapan untuk menjalani tahun 2023.
Menurut Direktur PT Modernland Realty Tbk Dharma Mitra Sigamani, perusahaannya juga melakukan berbagai analisis itu khususnya untuk melihat perjalanan kinerja bisnis pada tahun 2022 yang dilalui masih dalam situasi penuh tantangan karena pandemi Covid-19 maupun bayangan resesi global.
“Secara umum kami melihat sektor properti di Indonesia masih cukup baik dan pada periode semester pertama 2022 kami katakana sektor properti memasuki fase awal pertumbuhannya. Tren yang baik ini masih akan menghadapi beberapa tantangan maupun kendala pada akhir tahun ini maupun tahun depan,” ujarnya.
Di sisi lain, sektor properti di Indonesia tetap menawarkan opportunities maupun peluang besar yang bisa diraih. Hal ini tidak terlepas dari besarnya permintaan pasar akan produk-produk properti dan ini akan menjadi penopang unutk kinerja positif yang akan bisa diraih pada tahun depan.
Untuk itu diharapkan pemerintah kembali mengeluarkan skema insentif seperti insentif fiskal maupun berbagai pelonggaran lainnya untuk mendorong sektor properti tetap maju. Tantangan lainnya yang akan dihadapi perusahaan developer antara lain kenaikan harga mulai dari bahan bangunan, tenaga kerja, ongkos distribusi, dan sebagainya.
Berbagai kenaikan ini juga tercermin dari tingkat inflasi yang tembus pada level 9,59 persen dan 5,71 persen pada bulan September dan Oktober 2022. Penyumbang inflasi yang cukup besar yaitu harga bahan bakar dan peningkatan tarif angkutan umum. Kenaikan inflasi ini juga membuat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) terus dinaikkan sejak bulan Agustus 2022.
“Selain kenaikan inflasi dan kenaikan suku bunga acuan yang terjadi, tidak stabilnya kurs mata uang asing juga memengaruhi kinerja perusahaan karena liabilitas yang didominasi oleh utang dalam bentuk valuta asing. Namun demikian kami telah mempersiapkan mitigasi risiko untuk menghadapi situasi ini dan secara umum kami tetap confident untuk menjalani bisnis tahun depan dengan kembali mempersiapkan beberapa klaster maupun proyek baru,” bebernya.
Kota mandiri memang dibangun untuk jangka panjang, tetapi berpotensi baik untuk diinvestasikan kemudian. Simak jurus investasinya di video berikut ini, ya!
Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com
Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah
Posting Komentar